Siapa yang tidak ingin memiliki anak sukses di masa depannya? Tentu jawabannya tidak ada. Kesuksesan seorang anak yang sesungguhnya belum tentu dilihat dari latar belakang pendidikannya atau dimana mereka bersekolah, bisa saja mereka meraih kesuksesan berasal dari hal kecil yaitu dukungan keluarga. Keluarga menjadi salah satu hal yang penting bagi psikis seseorang, karena keluargalah yang mereka temui di setiap waktu bahkan yang sudah ada dari mereka lahir terutama orang tua.

Peran orang tua kini menjadi sangat penting dalam mendukung anak untuk meraih cita-cita mereka baik secara fisik maupun psikis. Pola asuh orang tua yang baik pun tentunya perlu diperhatikan oleh setiap orang tua, karena hal ini dapat membantu membangun pribadi mereka sejak dini.

Dan, selamat datang di era digital! Saat ini sudah sangat banyak orang yang memanfaatkan teknologi dalam kehidupannya sehari-hari, dengan kata lain teknologi saat ini sedang naik daun. Selain mengkonsumsinya, banyak juga yang berminat untuk menciptakan sebuah teknologi. Teknologi bukanlah sesuatu yang murah karena teknologi adalah sesuatu yang dapat digunakan secara terus-menerus, bayangkan bagaimana tingkat kesuksesan bagi mereka yang menciptakan teknologi?

Kesuksesan bisa saja didapatkan seseorang melalui edukasi formal maupun non-formal. Edukasi formal dapat dilakukan di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya, edukasi non-formal didapatkan dari lingkungan selain lingkungan sekolah seperti lingkungan keluarga. Di lingkungan keluarga, seorang anak akan dididik secara langsung oleh orang tua mereka sehingga terbentuklah pribadi mereka sendiri.

Seperti yang dikatakan salah satu penyanyi dari Taiwan yang bernama Chen Mei Ling, dia berbagi cara bagaimana mendidik anak-anaknya hingga sukses di laman facebook Buddha Dhammasala. Chen Mei Ling memiliki 3 anak yang kini sudah lulus dari Universitas Stanford, dan ia sendiri berhasil lulus S3 di Stanford.

Mengurus seorang anak tidaklah sesulit itu, Saya pantang dengan melakukan hal-hal ini kepada anak Saya sendiri – Chen Mei Ling

Jangan Bandingkan Anak Sendiri Sama Dengan yang Lain

Menurut Chen Mei Ling jika kemampuan seorang anak dibanding-bandingkan dengan kemampuan anak lainnya, bisa saja anak menjadi tidak percaya diri untuk menunjukkan kemampuan mereka. Meyakinkan kemampuan anak sendiri sangatlah penting, seperti menunjukkan bahwa orangtua sangat bangga dengan apapun yang dilakukan.

Jangan Memberi Hadiah (Benda) untuk Menghiburnya

Chen Mei Ling berpendapat bahwa memberikan hadiah berupa mainan sebagai pujian itu kurang dianjurkan, karena setelah 2-3 minggu anak akan bosan dengan mainan tersebut dan tidak mau memainkannya lagi. Karena teman yang sesungguhnya adalah orangtua, jadi bujuklah mereka untuk melakukan sesuatu dengan candaan.

Contoh jika seorang anak tidak ingin mandi, katakanlah ini “Jika kamu mandi, kamu bisa membantu ibu untuk berdandan” itu untuk anak perempuan dan katakan “Jika kamu mandi, kamu bisa mendandani ayahmu” itu untuk anak laki-laki, candaan seperti itulah yang dapat membuat orangtua dan anak semakin dekat.

Jangan Mengatur Jadwal Anak

Banyak ibu yang membatasi waktu anaknya, seperti menyusun jadwal anaknya dan menetapkan aturan bahwa mereka bisa bermain jika PR sudah selesai. Namun hal ini tidak berlaku bagi Chen Mei Ling, karena menurutnya mengerjakan PR = bermain. Dua hal itu bisa saja dilakukan secara bersamaan, contohnya saat turun hujan anak-anak tidak sedang belajar maka biarkanlah mereka bermain dengan menaruh daun di atas genangan air dan meneliti mengapa daun bisa mengambang di air dan berjalan begitu cepat mengikuti arus.

Selain itu orang tua bisa saja bertanya ke anak-anak mengapa hujan bisa terjadi, dari situ biarkan mereka mencari jawaban dalam hiburan, dari apa yang mereka lihat dan rasakan karena hal itu dapat mempercepat proses belajar mereka.

Jangan Mengambil Keputusan untuk Anak

 

Mengambil keputusan tidaklah mudah, sejak anak-anak Chen Mei Ling kecil dia mengajarkan untuk mengambil keputusannya sendiri. Contoh, saat pergi ke toko dia membiarkan anak-anaknya untuk memilih es krimnya sendiri sesuai keinginan mereka dan saat besar ada salah satu anaknya yang ingin kuliah di Amerika. Sekolahnya tersebut bukanlah sekolah nomor 1 atau nomor 2 di Amerika, namun saat menjalaninya anak tersebut merasa bahagia hingga memiliki prestasi yang baik.

Jangan Memukul atau Memaki Anak

Chen Mei Ling sangat menjauhi tindakan memukul dan memaki anak, karena menurutnya memukul itu sangat cepat refleknya, sekali dipukul maka anak akan langsung mengaku salah. Jika marah berikan saja penjelasan pada mereka tentang kesalahan mereka, Chen Mei Ling pun pernah menjelaskan kesalahan-kesalahan anaknya dan apa solusinya selama 8 jam. Bukankah itu melelahkan? Ya, tapi lebih baik daripada harus melakukan kekerasan.

Jangan Berbohong dengan Anak

Lebih baik jangan berbohong dengan anak, misalnya orangtua berjanji untuk mengajak mereka ke taman walaupun lelah sepulang kerja orangtua harus tetap pergi atau anak akan menganggap kita berbohong. Kalau seorang anak tidak percaya dengan orang lain, maka akan merasa kesepian seumur hidupnya. Jadi, hindarilah berbohong meski sekecil apapun itu.

Jangan Mengabaikan Anak Karena Pekerjaan

Chen Mei Ling pernah bekerja dan seringkali tidak bisa menjaga mereka, namun saat anaknya suka sekali dengan ikan dia akan meluangkan waktu menemani anaknya bermain mancing ikan sebelum tidur. Walaupun orang tua hanya memberikan waktu sekitar 2-5 menit, namun bagi anak sangatlah berharga karena pengaruhnya sangat besar. Mereka akan merasa bahwa orangtua menganggap kehadiran anaknya.

Jika Anak Bertanya, Jangan Biarkan Anak Menunggu

Jika anak bertanya janganlah berkata “Tunggu”, Chen Mei Ling tidak pernah membuat anak-anaknya menunggu untuk jawaban dari pertanyaan mereka. Tinggalkan sebentar kegiatan yang dilakukan, kemudian jawablah pertanyaan mereka jika orangtua tidak tau harus menjawab apa ajaklah mereka mencari tau jawaban tersebut bersama-sama.

Chen Mei Ling berpendapat bahwa cara mendidik anak adalah memberikan alat untuk mencapai impian mereka, jika mereka gagal mereka juga tidak akan menyerah dan mencari impian lain. Jika mereka sukses harus ingat untuk tetap rendah diri, tetap berbagi dengan orang lain, begitulah tujuan Chen Mei Ling dalam mendidik anak.

Jika seorang anak ingin mencapai impiannya dalam bidang teknologi, maka biarkanlah mereka mengapresiasikannya hingga mereka sukses. Nordic Tech pun membantu orangtua agar tetap mengasah kemampuan anak-anak di bidang IT, dengan mengikuti kursus pemrograman komputer di Bekasi selama 10 Minggu, anak-anak dapat meraih impiannya dengan harga yang terjangkau. Jadi, apakah para orang tua masih mengabaikan hal-hal kecil di atas?